skip to main | skip to sidebar
blacklist

Jumat, 15 Februari 2008

dedy pratama
Diposting oleh bocoran spmb 2008 di 19.32 Tidak ada komentar:
Postingan Lebih Baru Postingan Lama Beranda
Langganan: Postingan (Atom)

pereingkat berapa trisma pada PSR tahun ini????

soal-soal UN

Jawablah pertanyaan berikut dengan tepat! Tes ini tidak untuk menentukan nilai bapak/ibu sekalian. Tes ini hanya untuk mengetahui sejauh mana pengetahuan komputer peserta yang hadir dalam acara Bimbingan Asistensi Pengelolaan Laboratorium Multimedia.


1. Apa yang anda ketahui tentang virus ?

Virus adalah suatu mikro organisme yang yang masuk dalam suatu jaringan yang kemudiandapat merusak jaringan tersebut.
2. Apa yang anda ketahui tentang spyware ?

Perangkat lunak komputer

3. Mengapa Windows yang terpasang di komputer kita harus di update ?

Supaya bias data tetap bias digunakan dengan baik dan dapat mengikuti perkembangan

4. Setujukah anda terhadap pernyataan bahwa antivirus yang mahal selalu handal dalam mendeteksi dan membasmi virus yang menyerang komputer.

[ X] Setuju [ ] Tidak Setuju



5. Sebutkan langkah-langkah meng-update Windows ?

Belum tahu……………………………………………….
…………………………………………………………………………………….
…………………………………………………………………………………….


6. Sebutkan syarat yang harus dipenuhi agar Windows yang terpasang di komputer kita dapat di update.

Belum tahu………………………………………….
…………………………………………………………………………………….
…………………………………………………………………………………….

7. Apakah anda setuju dengan pernyataan bahwa merek antivirus tertentu adalah yang paling handal dibandingkan merek antivirus yang lain

Tidak……………………………………………………………………….
…………………………………………………………………………………….
…………………………………………………………………………………….

8. Benarkah ada antivirus yang dapat kita peroleh secara gratis tapi legal ?

[ X ] Benar [ ] Tidak Benar

9. Apakah anda pernah mendownload data dari internet?

[ ] Pernah [X ] Tidak Pernah


10. Jika pernah mendownload data dari internet, Apakah anda menggunakan program Download Manager?

[ ] Ya, menggunakan [ ] Tidak Menggunakan

Jika menggunakan, sebutkan program download manager yang pernah anda gunakan

…………………………………………………………………………………………………...


11. Sebutkan yang anda ketahui tentang GudangUpload/Rapidshare ?

Tidak Tahu…………………………………………………………….
…………………………………………………………………………………….
…………………………………………………………………………………….


12. Apakah anda bisa membangun Web Server di jaringan local ?

[ ] Ya [ X] Tidak
13. Jika ya, sebutkan nama program/aplikasi Webserver yang anda gunakan ?

…………………………………………………………………………………….
…………………………………………………………………………………….
…………………………………………………………………………………….

14. Apakah anda dapat men-set Jaringan Lokal secara nirkabel (wireless) ?

[ ] Ya [ X] Tidak

15. Jika ya, apakah nama alat yang digunakan agar komputer yang satu dapat terhubung dengan komputer lainnya secara wireless.


…………………………………………………………………………………….
…………………………………………………………………………………….
…………………………………………………………………………………….

16. Apakah anda pernah merekam siaran televisi?

[ ] Pernah [ X ] Tidak Pernah

Jika pernah merekam televise, apa nama perangkat keras yang anda gunakan ?
…………………………………………………………………………………….
…………………………………………………………………………………….
…………………………………………………………………………………….


17. Salah satu kompetensi yang diharapkan dimiliki pengelola Lab. Multimedia adalah dapat membangun Website berbasis CMS menggunakan template yang dapat diperoleh secara gratis. Apakah anda dapat membangun website berbasis CMS dengan template tersebut?

[ ] Ya [ X Tidak

Jika Ya, sebutkan produk CMS yang anda Gunakan.

…………………………………………………………………………………….
…………………………………………………………………………………….
…………………………………………………………………………………….


menurut anda blog saya :

Arsip Blog

  • ▼  2008 (2)
    • ►  Januari (1)
    • ▼  Februari (1)
      • dedy pratama

aku

aku
xxx

sekilas comment

Foto saya
bocoran spmb 2008
denpasar, indonesia
rahasia, secret mw tahu tentang saya??? cari-cari saja di sini!!
Lihat profil lengkapku
 

situs-situs

  • google
  • info beasiswa
  • friendster

untitle

XII IPA 3

Fenomena Mini Video Cabul !
Dimulai pada tahun 2004, ketika rekaman aktifitas sex sepasang mahasiswa Trisakti disebarkan via handphone dengan teknologi Bluetooth dan GPRS. Maka sejak saat itu, bermunculan ratusan mini video cabul yang beredar lewat peralatan handphone dengan fasilitas multimedia dan 3G. Tidak kurang dari 500 rekaman aktifitas sex dan pornografi terekam dan tersebar di jutaan handphone di Indonesia hingga akhir 2006. Sebuah fenomena yang menggemparkan terjadi ketika ditengarai, tidak hanya mahasiswa, bahkan siswa-siswi SMA di beberapa daerah di pulau Jawa terekspos aktifitas sexnya akibat keisengan mereka merekam adegan-adegan pribadi yang sebenarnya tidak boleh dipertontonkan di muka umum.
Tidak hanya dunia pendidikan, kasus mini video cabul menyentuh sendi-sendi SARA. Ketika tahun 2005, beredar rekaman video Ragliana Sofiana, seorang siswa SMU di Jember lengkap dengan atribut jilbab, melakukan aktifitas hubungan sex dengan pacarnya. Rekaman tersebut membuat heboh dunia pendidikan dan kaum agamawan yang merasa miris melihat symbol-simbol agama dicampuradukkan dalam tayangan pornografi.
Dibeberapa universitas dan perguruan tinggi, fenomena Mini Video Cabul menjadi sebuah `trend'. Banyak sekali kasus-kasus rekaman aktifitas sexual para mahasiswa perguruan-perguruan tinggi terkenal di pulau Jawa tersebar dan menjadi bahan koleksi para pengguna HP 3G Multimedia. Maka tidak heran bila beredar isu bahwa Para Mahasiswa Perguruan Tinggi di Indonesia menduduki peringkat teratas sebagai pembuat Mini Video Cabul terbanyak.
Di kalangan Profesional dan Pegawai negeri, juga terjadi kasus penyebaran rekaman video klip porno. Dari sekedar adegan voyeurism hingga rekaman selingkuh antar pejabat. Kasus peredaran mini video cabul seorang bupati dan seorang staffnya di daerah jawa tengah adalah gambaran betapa teknologi video dan 3G Multimedia disalahgunakan dan menjadi senjata makan tuan. Tersebarnya rekaman mini video cabul secara teknis dapat dijabarkan sebagai berikut :
1. Pertukaran data lewat teknologi GPRS : GPRS pada handphone adalah salah satu fasilitas untuk dapat terhubung di Internet. Biasanya, pengguna teknologi ini sangat mengerti bagaimana menggunakan hpnya untuk melakukan konektifitas dengan internet. Para pengguna sudah terbiasa melakukan pengiriman email. Dan biasanya, file-file mini video cabul yang terekam dalam database HP pengguna, dikirimkan ke Internet lewat saluran Email. 2. Pertukaran data lewat Bluetooth : Bluetooth adalah sebuah fasilitas baru yang ditanam pada HP untuk melakukan pertukaran data jarak pendek. Setiap pengguna HP terbiasa saling menukar file multimedia lewat teknologi ini, karena tidak dikenakan biaya apapun. Beda dengan GPRS yang dikenakan biaya per byte terkirim. 3. Pertukaran Data karena tukar-menukar Memory Card : Biasanya para pengguna HP sering memindahkan data-data mereka yang sudah penuh ke media lain seperti Hardisk dan sebagainya. Namun adapula pengguna yang selalu melepas Memory Cardnya untuk di"cuci-cetak" lewat kios-kios foto multimedia atau sekedar mengupgrade mobile content mereka. Nah celakanya, bila tidak berhati-hati, kadang data-data rahasia pada memory card anda di curi justru oleh operator Kios foto Multimedia. 4. Pertukaran Data karena HP hilang atau dicuri : Maka berhati-hatilah anda jangan sampai HP dan data-data yang tersimpan didalamnya di curi orang.
Mengapa Membuat Video Cabul?
Dari 500 file Mini Video Cabul yang tersebar di Internet, kita dapat memilah bermacam-macam tipe tayangan video cabul yang telah dibuat di Indonesia. Dari sisi pembuat tayangan ditemukan beberapa kategori para pembuat, pelaku dan `aktor' yang di rekam.
1. Sepasang Anak muda yang sedang berpacaran : Mini video cabul yang melibatkan sepasang anak muda yang sedang memadu cinta adalah rekaman terbanyak yang dijumpai di Internet. Sekitar 300 file yang sempat diteliti menampilkan adegan sex antar pasangan-pasangan muda SMA hingga mahasiswa. Biasanya cara perekaman gambar dilakukan dengan cara sukarela, antar pasangan sengaja atau tidak, sering menyebutkan kata-kata rayuan bagi pasangannya. 2. Pasangan Selingkuh : Pasangan ini sebenarnya sulit dideteksi, namun analisa dari sound, dialog dan tehnik perekaman gambar dapat memberikan kita keterangan bahwa pasangan yang sedang terekam adegannya adalah pasangan-pasangan selingkuh. 3. Sex Party : Jenis tayangan ini hanya sekitar 10% dari total file berhasil dianalisa. Biasanya melibatkan wanita tuna susila dan para hidung belang yang gemar melakukan sex party bersama-sama. 4. Crime & Perkosaan : Video jenis ini lebih sedikit, pelakunya dipastikan laki-laki yang tega mengabadikan adegan perkosaan terhadap korban lawan jenisnya. 5. Homo Sexual dan Lesbian : Hanya ada 3 jenis tayangan homo dan lesbian Indonesia yang tersebar di Internet. Tetapi tidak menutup kemungkinan akan bertambah dalam kuantitas yang mengagetkan.
MENENTUKAN KESELAMATAN REMAJA
MELAYARI INTERNET

Jumlah pengguna Internet di seluruh dunia kini mencapai 100 juta. Di Malaysia, sekitar 500,000 orang melanggan Internet dan jumlah ini meningkat dengan pantas dari sehari ke sehari.
Kajian yang dilakukan menunjukkan sekitar 60% daripada pelanggan Internet di Malaysia terdiri daripada individu manakala selebihnya merupakan pusat pengajian tinggi, sekolah, kerajaan dan pertubuhan-pertubuhan bukan kerajaan. Dianggarkan, 90% daripada pengguna Internet di negara ini terdiri daripada generasi muda berusia di bawah usia 30 tahun, dan 85% daripada pengguna Internet tinggal di kawasan bandar.
Memandangkan sebahagian besar pengguna Internet adalah dari kalangan belia dan remaja, maka adalah wajar bagi ibu bapa untuk menentukan keselamatan anak-anak mereka yang melayari Internet.
MBM prihatin kerana kerana hingga sekarang soal keselamatan pengguna Internet, khususnya di kalangan remaja, masih belum mendapat perhatian sewajarnya di negara kita. Beberapa kes jenayah di luar negara seharusnya menyedarkan kita mengenai bahaya yang dihadapi oleh remaja yang melayari Internet.
Pada tahun lepas, pihak polis dalam serbuan serentak di 12 buah negara telah menahan 100 orang yang mengedarkan gambar seks kanak-kanak bawah umur. Dianggarkan terdapat lebih 23,000 laman web gambar seks kanak-kanak yang diharamkan di banyak negara. Tahun ini, dalam serbuan serentak yang dilakukan di German, Switzerland, Sweden, Britain, Norway, Amerika Syarikat dan Kanada, polis telah menahan ramai lagi pengguna Internet di bawah kesalahan yang sama. Sehingga Jun 1999, seramai 202 orang telah disabitkan kesalahan mengedarkan gambar seks kanak-kanak di Amerika Syarikat di bawah operasi “Innocent Images” yang dijalankan oleh Federal Bureau of Investigation (FBI) sejak 1995.
Selain itu, kanak-kanak juga terdedah kepada maklumat yang merbahaya melalui Internet. April lalu, dua orang remaja di Amerika Syarikat, iaitu Eric Harris, 18 dan Dylan Klebold, 17 telah membunuh 12 rakan sekolah dan seorang guru sebelum mereka membunuh diri sendiri. Remaja tersebut disahkan mendapat maklumat mengenai pembuatan bom dan pembunuhan diri melalui Internet.
Selain daripada beberapa kes yang disebutkan ini, terdapat juga kes-kes di mana remaja diculik dan dirogol setelah diperdayakan oleh pengguna Internet yang jauh lebih dewasa tetapi menyamar sebagai rakan sebaya.
Setakat ini MBM belum lagi mengetahui sebarang kes sedemikian berlaku di Malaysia. Bagaimanapun, pemantauan MBM ke atas beberapa laman web memanggil MBM untuk prihatin terhadap isu ini.
Pemantauan MBM mendapati tidak kurang dari 50 laman web digunakan oleh remaja Malaysia untuk mengiklankan diri dengan tujuan mencari rakan melalui ruangan iklanika (classifieds). MBM mendapati lebih 90% pengiklan adalah dari kalangan belia di bawah usia 30 tahun. Selain itu, remaja juga menggunakan ratusan lagi laman chat untuk mendapatkan kenalan baru dan berinteraksi melaluinya.
MBM dimaklumkan bahawa terdapat remaja Malaysia yang bukan sahaja memberikan maklumat peribadi termasuklah nombor telefon dan alamat kediaman, tetapi juga berjumpa (bersemuka) dengan kenalan yang baru ditemui melalui Internet. Memandangkan Internet adalah satu media yang membolehkan penggunanya menyamar dan menipu identiti, ini secara langsung mendedahkan remaja Malaysia kepada jenayah yang tidak diduga.
Rasa ingin tahu dan ingin mencuba yang ada pada jiwa remaja memudahkan mereka terperangkap dengan maklumat palsu yang dihantar melalui Internet.
Selain itu, remaja juga terdedah kepada bahan-bahan yang tidak sesuai seperti bahan lucah, laman web permusuhan (hateful), ganas (violent in nature) atau yang menggalakkan aktiviti bahaya dan haram. Di samping itu, remaja juga terdedahkan kepada gangguan berterusan melalui e-mail dan chat.
Sementara menerima hakikat bahawa Internet adalah satu media pendidikan yang wajar digalakkan perkembangannya di kalangan remaja, MBM berpendapat kerajaan, guru, ibu bapa dan pemimpin masyarakat harus memainkan peranan mendidik remaja agar memahami implikasi negatif dan bahayanya.
Sementara bersetuju bahawa penguatkuasaan undang-undang harus ditingkatkan, MBM berpendirian proses pendidikan yang berterusan harus diambil oleh pihak-pihak yang disebutkan di atas.
MBM berpendapat, adalah satu “kesilapan yang cukup besar” untuk ibu bapa melepaskan anak-anak menggunakan Internet tanpa diberikan bimbingan sewajarnya. MBM sebagai sebuah organisasi induk yang mewakili kepentingan generasi muda di negara ini tidak mahu melihat wujudnya satu keadaan di mana “sudah terantuk, baru tergadah”. Langkah-langkah pencegahan harus diambil dari sekarang bagi memastikan jenayah yang sering dikaitkan dengan Internet seperti yang berlaku di Barat tidak merebak ke negara ini.
Sehubungan itu, MBM mengesyorkan langkah-langkah berikut bagi menentukan remaja menggunakan Internet dengan selamat:
1. Ibu bapa harus belajar dan mampu menggunakan Internet dengan baik. Kemampuan menggunakan Internet adalah satu skil asas bagi membolehkan mereka melaksanakan tanggungjawab keibubapaan dengan baik pada hari ini. Ibu bapa yang mahir menggunakan Internet akan mampu membantu anak-anak mereka melayari Internet secara bermanfaat.
2. Mendidik remaja mengenai bahaya yang mungkin wujud akibat penggunaan Internet. Dalam hal ini, remaja harus dilatih untuk memahami bahawa sementara sebahagian besar pengguna Internet adalah jujur, terdapat juga yang berniat jahat. Remaja harus berhati-hati dengan golongan minoriti ini yang melayari Internet untuk mencari mangsa.
3. Menentukan remaja patuh kepada beberapa “peraturan asas keselamatan” (basic safety rules) dalam penggunaan Internet, iaitu:
- Memahami bahawa maklumat yang diberikan melalui Internet tidak semestinya tepat. Jangan mudah terpedaya dengan maklumat yang disalurkan melalui Internet. Seorang yang memperkenalkan dirinya sebagai “gadis remaja berusia 14 tahun” mungkin adalah seorang lelaki dewasa berumur 40 tahun.
- Tidak memberikan maklumat peribadi seperti nama penuh, nombor telefon, alamat rumah, alamat sekolah dan nombor kad kredit di samping tidak menghantar gambar wajah kepada orang yang tidak dikenali atau hanya dikenali melalui Internet.
- Tidak mengadakan pertemuan bersemuka dengan kenalan yang baru ditemui melalui Internet tanpa pengawasan atau kehadiran ibu bapa. Remaja mungkin tertipu dengan identiti diri kenalan tersebut yang mungkin berniat jahat.
- Tidak melayani atau membalas sebarang mesej berunsur gangguan, ancaman atau berunsurkan lucah sama ada yang dihantar melalui e-mail, chat atau bulletin board. Laporkan kepada pihak berkuasa sekiranya gangguan tersebut berterusan.
4. Menjadikan pelayaran Internet (Internet surfing) sebagai satu aktiviti keluarga. Ini bermaksud ibu bapa harus turut melayari laman web yang popular di kalangan anak-anak mereka. Melalui cara ini, ibu bapa boleh memberikan panduan mengenai elemen-elemen negatif yang mungkin wujud dalam laman tersebut.
5. Meletakkan komputer di ruang tamu dan bukannya di bilik tidur atau sudut yang tersorok dalam rumah. Melalui cara ini, ibu bapa dapat mengawasi penggunaan Internet oleh anak-anak.
6. Bersikap terbuka. Ibu bapa harus berkongsi maklumat yang diperolehi melalui Internet dengan anak-anak di samping menggalakkan anak-anak berkongsi maklumat baru yang ditemui dengan ibu bapa. Ibu bapa jangan mudah melatah sekiranya maklumat tersebut bercanggah dengan nilai-nilai keluarga (family values). Sebaliknya, bimbinglah anak-anak dengan nilai yang betul.
7. Ibu bapa harus berusaha untuk mengenali rakan-rakan “online” anak-anak mereka seperti mana ibu bapa mengenali rakan-rakan mereka lainnya.
8. Sekiranya terdapat orang-orang yang tidak dikenali menghantar sambungan (link), gambar atau perkataan lucah kepada anak-anak, ibu bapa bertanggungjawab melaporkannya kepada pihak berkuasa. Perbuatan sedemikian menyalahi undang-undang negara dan boleh diambil tindakan.
9. Melakukan pemantauan masa penggunaan Internet oleh anak-anak. Penggunaan Internet yang terlalu banyak – terutama sekali pada tengah malam – mungkin merupakan petanda awal kepada masalah. Anak-anak yang banyak menggunakan Internet pada lewat malam mungkin melindungi aktivitinya daripada pengetahuan ibu bapa.
10. Memantau panggilan telefon. Sekiranya anak-anak anda menerima terlalu banyak panggilan telefon dari orang-orang yang tidak anda kenali, besar kemungkinan panggilan itu adalah dari kenalan baru yang ditemui melalui Internet. Dapatkan penjelasan anak-anak mengenai panggilan tersebut.
11. Melayari laman web yang di”bookmark” oleh anak-anak. Jangan mengintip “bookmark” anak-anak. Sebaliknya, mintalah mereka untuk menunjukkan kepada ibu bapa laman web yang di”bookmark”kan itu.
12. Tidak menjadikan Internet sebagai “electronic babysitter” dengan melepaskan begitu sahaja anak-anak untuk menggunakan Internet tanpa sebarang pengawasan.
MBM berpendirian, usaha menentukan keselamatan remaja yang menggunakan Internet adalah tanggungjawab semua pihak. Proses pendidikan ke arah tersebut harus bermula dari sekarang. Sebahagian besar tanggungjawab ini terletak atas ibu bapa yang merupakan pendidik yang pertama dan utama kepada anak-anak.

view

view
nothing
Powered By Blogger